Make your own free website on Tripod.com
« December 2014 »
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31
You are not logged in. Log in
Entries by Topic
All topics  «
Tabernakel
JOUSMAN
Friday, 19 October 2007

myspace layouts, myspace codes, glitter graphics

Minggu, 18 Juni 2006

Kebaktian Umum

GPT “Kristus kehidupan “belawan

 

 

Kita masih dalam rangka memperingati 70 tahun Pengajaran Tabernakel yang diwahyukan kepada Pdt. van Gessel.

Angka 70 dalam Alkitab berbicara tentang pengutusan. Semoga dengan peringatan 70 tahun Pengajaran Tabernakel ini, sungguh-sungguh terjadi pengutusan Tuhan untuk kita memberitakan firman Pengajaran Tabernakel ini, kemana pun Tuhan utus.

 

Lukas 10:1-3

10:1. Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

10:2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

 

Istilah ‘berdua’ sudah mencakup kabar mempelai.

Berdua-dua berarti suami istri + Tuhan Yesus. Jika belum menikah, ‘berdua’ berarti: diri sendiri + Tuhan Yesus.

 

Dalam pengutusan Tuhan (terutama dalam kabar mempelai), terjadi peningkatan hubungan kita dengan Tuhan:

1.      Hubungan pekerja/ hamba dengan Tuan [Lukas 10:2]

Tugas kita adalah bekerja di ladang Tuhan, jangan menganggur.

Ada 2 macam pekerjaan di ladang Tuhan:

  1. Pekerjaan penaburan

Yaitu pelayanan dalam firman penginjilan, menghasilkan pertumbuhan gereja secara kuantitas/ jumlah. Ini penting sebab anggota tubuh Kristus harus genap jumlahnya.

  1. Pekerjaan penuaian

Pelayanan dalam firman pengajaran/ kabar mempelai, menghasilkan pertumbuhan secara kualitas sampai kesempurnaan = gandum yang sudah masak, siap dituai untuk masuk ke lumbung Allah (kerajaan 1000th damai sampai kerajaan Surga).

Dalam pekerjaan penuaian harus ada kesabaran untuk menunggu waktu menuai, tidak seperti pekerjaan penaburan, benih yang ditabur cepat tumbuhnya.

Memang pekerjaan dalam ladang Tuhan berbeda-beda bentuknya, tetapi hasilnya sama yaitu sukacita sampai sukacita yang kekal.

Yohanes 4:36

4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

 

Jangan kuatir dalam pengutusan. Burung di udara yang tidak bekerja menabur/ menuai saja dipelihara oleh Tuhan, apalagi kita yang mau sungguh-sungguh dalam pengutusan, menabur dan menuai, kita pasti akan dipelihara oleh Tuhan secara jasmani dan rohani, sampai upah yang kekal.

Tapi ingat, jika sudah diberkati tapi tidak mau bekerja, hanya puas dengan berkat jasmani, nasibnya seperti burung di udara, tidak boleh masuk ke dalam lumbung, binasa.

 

2.      Hubungan domba dengan gembala [Lukas 10:3]

Artinya kehidupan kita harus tergembala.

Sistem pengutusan/ pemakaian Tuhan dalam kabar mempelai adalah sistem penggembalaan.

Syarat tergembala:

§         berada di kandang penggembalaan

-         secara jasmani        : organisasi gereja

-         secara rohani          : ruangan suci dengan 3 macam alat, menunjuk 3 macam ibadah pokok

§         bisa makan firman penggembalaan.

 

Kegunaan tergembala:

a.       untuk melindungi kita terhadap serigala. Serigala menunjuk:

-         setan di udara dengan kekuatan roh jahat dan roh najis/ dosa

-         antikris dengan kekuatan keuangan/ ekonomi, jual beli

-         nabi palsu dengan pengajaran palsu

b.      supaya jangan menjadi serigala

 

Praktek dalam penggembalaan:

1)   Berharap hanya kepada Tuhan/ firman.

Lukas 10:4

10:4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.

Tidak berharap pada dunia/ manusia, tidak terikat akan uang. Sesuatu yang dari dunia ini tidak tentu, tidak bisa dijadikan pegangan.

1 Timotius 6:17-19

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi

6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

 

Tuhan memberikan berkat jasmani untuk dinikmati, bukan untuk dijadikan harapan dalam hidup kita. Menikmati berkat Tuhan adalah jika kita bisa memberi dan membagi, kita berbahagia dan menjadi kaya dalam kebajikan (=pakaian putih berkilau-kilau, pakaian mempelai).

 

2)      Dalam damai sejahtera

Lukas 10:5-7

10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.

10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.

 

Pelayanan/ pengutusan kita harus dalam damai sejahtera, jangan ada iri hati, dendam, kepahitan, dll.

Iri hati justru banyak terjadi dalam pelayanan di kebun anggur, dalam kabar mempelai. Saat pembagian upah 1 dinar, yang bekerja lebih dulu mendapatkan 1 dinar dan yang bekerja hanya 1 jam juga mendapatkan 1 dinar sehingga terjadi iri hati, sebab dinar dinilai secara jasmani (berkat jasmani), padahal jika dinilai secara rohani, sama-sama 1 dinar.

 

3)      Saling tolong menolong

Lukas 10:9

10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Saling membantu sampai bisa saling menyatu dalam satu pengajaran yang benar.

 

3.      Hubungan mempelai wanita dengan Mempelai Pria Surga.

Lukas 10:17-20

10:17. Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."

10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

 

Nama yang tertulis dalam kitab kehidupan adalah nama baru, yaitu nama Mempelai Pria yang dilekatkan pada nama kita, kita menjadi mempelai wanita Tuhan.

Supaya nama kita bisa tertulis dalam kitab kehidupan, kita harus mengalami pembaharuan. Dalam pengutusan, kita mengalami pembaharuan.

Pembaharuan yang dikaitkan dengan nama baru (pembaharuan untuk mendapatkan nama baru):

  1. Hidup bijaksana

Daniel 12:1-3

12:1. "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.

12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

 

Bijaksana sama dengan mendengar firman dan taat dengar-dengaran.

Matius 7:24-25

7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

 

Sering kita bimbang karena belum praktek firman, tidak taat dengar-dengaran. Orang yang taat dengar-dengaran, punya dasar yang kokoh sehingga tidak akan pernah rubuh oleh angin pencobaan dan pengajaran palsu, tidak pernah bimbang.

Kehidupan yang taat dengar-dengaran, menjadi bintang di tangan kanan Tuhan, tidak akan pernah gugur.

Wahyu 1:16

1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

 

  1. Hidup berjuang sebagai prajurit Tuhan

Filipi 4:3-4

4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

 

Ciri-ciri prajurit:

1)   Berjuang

2Timmotius 2:3-4

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Memperjungkan ibadah pelayanan lebih dari perkara apapun di bumi.

1 Timotius 4:8-10

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

Tuhan sudah memperjuangkan ibadah dengan sungguh-sungguh.

Di jaman perjanjian lama, untuk memperjuangkan ibadah bangsa Israel, Tuhan menghukum Mesir dengan 10 tulah. Di jaman perjanjian baru, Yesus rela dihukum di kayu salib supaya bangsa kafir bisa beribadah kepada Tuhan. Oleh karena itu, kita harus berjuang sungguh-sungguh dalam ibadah.

Hasilya, kita menerima janji untuk hidup sekarang sampai janji untuk hidup kekal.

 

2)      Rela menderita karena kehendak Tuhan

Penderitaan bagi daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup sesuai kehendak Tuhan

[1 Petrus 4:1-2].

 

3)      Bersukacita dalam segala hal, terutama dalam penderitaan.

Dalam penderitaan, harus dijaga: jangan bersungut dan berbantah.

Filipi 2:14-15

2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Sampai tidak beraib, tidak bercela = sempurna, nama tertulis dalam kitab kehidupan.

 

  1. Membuang semua yang najis, keji dan dusta.

Wahyu 21:27

21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

 

Jika ada kenajisan, keji, dusta, tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan, tidak boleh masuk Yerusalem Baru.

Jaga kesucian, jangan ada yang najis, kekejian dan dusta, harus dibaharui.

§         Hal yang najis: dosa kejahatan dan kenajisan

Dosa kejahatan, akarnya adalah ikatan akan uang. Prakteknya adalah kikir dan serakah.

Dosa kenajisan yaitu dosa seks dan makan minum.

§         Keji, yaitu:

-         orang mempertahankan dosa sekali pun sudah berulang kali ditegur oleh firman pengajaran.

-         orang yang tidak mau tergembala.

§         Dusta.

Dusta adalah penutup dari dosa. Orang yang berdusta, tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat.

Yeremia 9:5

9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

Jika kita mempertahankan dosa, dosa memisahkan kita dengan Tuhan sehingga Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong kita dan tidak bisa menuliskan nama kita di kitab kehidupan, kita tidak bisa tertolong.

 

Kita bisa tertolong jika kita mau mengaku dosa.

Mazmur 147:3

147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

 

Tuhan mampu menolong, memulihkan kita dan menuliskan nama kita dalam kitab kehidupan saat ini juga.

 

 

 


Posted by kabarmempelai at 9:08 PM EDT
Updated: Saturday, 20 October 2007 12:25 AM EDT

Newer | Latest | Older